MAKALAH
EKOLOGI TUMBUHAN
Tipe-Tipe Vegetasi

OLEH :
PENIDIKAN BIOLOGI 2013 (R)
RIRIN TANIA TAUFIK
DOSEN PEMBIMBING :
IRMA LEILANI EKA PUTRI, S.Si, M.Si
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014
Tipe-tipe Vegetasi
Vegetasi ialah kumpulan komunitas tumbuhan pada suatu areal lahan tertentu yang didominasi oleh pepohonan. Vegetasi yang berbentuk hutan tsb. merupakan hasil akhir dari proses alami sebagai hasil dari adanya interaksi antar berbagai faktor lingkungan. Interaksi tersebut adalah interaksi antara lingkungan abiotik, seperti faktor iklim, edafik, fisiografik dan faktor biotik baik antar tumbuhan itu sendiri ataupun tumbuhan dengan hewan dan mikroorganisme.
Vegetasi merupakan suatu kelompok atau kupulan komunitas tumbuhan yang terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat dan saling berinteraksi. Bentuk vegetasi suatu tempat beserta faktor lingkungannya memperlihatkan hubungan yang saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, dan mengikuti prinsip-prinsip ekologi tertentu.
Biogeografiyaitu bidang ilmu yang mempelajari dan berusaha untuk menjelaskan distribusi organisme di permukaan bumi. Di dunia ini dikenal 6 daerah biogeografi dengan masing-masing daerah yang memiliki perbedaan dan keseragaman tertentu (unik) dalam kelompok-kelompoknya.
Daerah biogeografi ini dinamakan Australia, Oriental, Ethiopia, Neotropika, Paleartik dan Neartik. Karena fauna Paleartik dan Neartik adalah serupa, maka kedua daerah biogeografi ini kadang-kadang digabung menjadi Holartik.
Iklim merupakan faktor utama yang menentukan tipe tanah maupun spesies tumbuhan yang tumbuh di daerah tersebut. Sebaliknya jenis tumbuhan yang ada menentukan jenis hewan dan mikroorganisme yang akan menghuni daerah tersebut. Pada dasarnya iklim tergantung pada matahari. Matahari bertanggung jawab tidak hanya untuk intensitas cahaya yang tersedia untak proses fotosintesis, tetapi juga untuk temperatur umumnya.
Komponen iklim lain yang menentukan organisme apa yang dapat hidup di suatu daerah adalah kelembaban, kelembaban ini juga bergantung pada cahaya matahari dan temperatur. Curah hujan yang banyak diperlukan untuk mendukung pertumbuhan pohon-pohon yang besar, sedangkan curah hujan yang lebih sedikit membantu komunitas yang didominasi oleh pohon-pohon pendek, semak belukar, rumput dan akhirnya kaktus atau tumbuhan gurun lainnya.
Makin tinggi curah hajan dan temperatur di suatu daerah (tanah) makin banyak dan makin besar jumlah tumbahan yang didukungnya. Dengan demikian iklim merupakan salah satu faktor utama terbentuknya daerah-daerah biografi.
Vegetasi adalah kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang hidup secara bersama-sama pada suatu wilayah tertentu.
Bumi memiliki dua sumbu bumi, yaitu kutub utara, dan kutub selatan. Kutub utara adalah titik paling utara di sumbu bumi, yang dilalui oleh garis lintang 90º LU. Samudera Artik merupakan samudera yang berada di Kutub Utara, yang kemudian dikenal dengan wilayah Artik. Sedangkan kutub Selatan merupakan wilayah Antartika, yang mana diisi dengan Samudera Antartika, dan pulau-pulau kecil disekitarnya. Suhu di kedua kutub dapat mencapai minus 85ºC pada musim dingin. Karena daerah kutub membutuhkan waktu yang lama mendapatkan cahaya matahari, daerah kutub mengalami lebih kurang 6 bulan malam saat musim dingin, dan lebih kurang 6 bulan siang pada saat musim panas.
Iklim merupakan faktor utama yang menentukan tipe tanah maupun spesies tumbuhan yang tumbuh di suatu vegetasi. Sebaliknya jenis tumbuhan yang ada menentukan jenis hewan dan mikroorganisme yang akan menghuni daerah tersebut. Pada dasarnya iklim tergantung pada matahari. Matahari bertanggung jawab tidak hanya untuk intensitas cahaya yang tersedia untak proses fotosintesis, tetapi juga untuk temperatur umumnya. Komponen iklim lain yang menentukan organisme apa yang dapat hidup di suatu daerah adalah kelembaban, kelembaban ini juga bergantung pada cahaya matahari dan temperatur. Curah hujan yang banyak diperlukan untuk mendukung pertumbuhan pohon-pohon yang besar, sedangkan curah hujan yang lebih sedikit membantu komunitas yang didominasi oleh pohon-pohon pendek, semak belukar, rumput dan akhirnya kaktus atau tumbuhan gurun lainnya.
Pada tahun 1918 Dr Wladimir Koppen (ahli ilmu iklim dari Jerman) membuat klasifikasi iklim seluruh dunia berdasarkan suhu dan kelembaban udara. Kedua unsur iklim tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap permukaan bumi dan kehidupan di atasnya. Berikut pembagian iklim menurut Koppen secara garis besar:
1. Iklim A atau iklim tropis.
a) Suhu rata-rata ulanan tidak kurang dari 18ºC
b) Suhu rata-rata tahunan 20°C-25°C
c) Curah hujan rata-rata lebih dari 70 cm/tahun,
2. Iklim B atau iklim gurun tropis atau iklim kering
a) Curah hujan terendah kurang dari 25,4/tahun, dan penguapan besar
3. Iklim C atau iklim sedang.
a) suhu rata-rata bulan terdingin antara 18° sampai -3°C.
4. Iklim D atau iklim salju atau microthermal.
a) Rata-rata bulan terpanas lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.
5. Iklim E atau iklim kutub .
a) terdapat di daerah Artik dan Antartika, suhu tidak pernah lebih dari 10°C, sedangkan suhu rata-rata bulan terdingin kurang dari – 3°C.

Gambar 1. Distribusi iklim di bumi menurut Koppen
Berdasarkan pembagian iklim di dunia maka, tipe vegetasi dunia ada empat daerah, yaitu:
1. Tipe Vegetasi Daerah Kutub
2. Tipe Vegetasi Daerah Temperate
3. Tipe Vegetasi Daerah Subtropis
4. Tipe Vegetasi Daerah Tropis
Pembentukan Vegetasi
Vegetasi pada dasarnya terbentuk sebagai akibat dari adanya dua fenomena penting, yaitu:
1. Adanya perbedaan dalam toleransi terhadap lingkungan
2. Adanya heterogenitas dari lingkungan
Maka penutupan vegetasi di muka bumi memperlihatkan bentuk dan keanekaragaman yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya yang kemudian menjadi ciri khas dari masing-masing vegetasi tersebut.
A. Tipe Vegetasi Daerah Temperate
Daerah temperate ini juga dikatakan daerah beriklim sedang, dimana daerah ini memiliki empat musim, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur.
1. Hutan gugur (hutan meranggas)

Ciri-ciri :
a. Curah hujan merata sepanjang tahun, 75 - 100 cm/tahun.
b. Mempunyai 4 musim: musim panas, musim dingin, musim gugur dan musim semi
c. Keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada bioma hutan tropis.
d. Musim panas pada bioma hutan gugur, energi radiasi matahari yang diterima cukup tinggi, demikian pula dengan presipitasi (curah hujan) dan kelembaban. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tinggi tumbuh dengan baik, tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar, karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya.
e. Pada saat menjelang musim dingin, radiasi sinar matahari mulai berkurang, subu mulai turun. Tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirnya gugur, sehingga musim itu disebut musim gugur.
f. Pada saat musim dingin, tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosentesis. Menjelang musim panas, suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali (bersemi) sehingga disebut musim semi.
2. Padang Rumput

Lebih selatan dari daerah hutan meranggas yang curah hujannya tidak begitu besar dengan suhu yang lebih tinggi, terdapat vegetasi tanpa pohon yang disebut padang rumput. Vegetasi ini terdapat di daerah-daerah luas di Eropa(Honggaria, Rusia Selatan), Asia dan Amerika Utara. Sesuai dengan keadannya, daerah padang rumput kemudian dikembangkan sebagai pusat-pusat peternakan (Amerika Serikat dan Argentina). Sedangkan didaerah lain untuk pertanian,misalnya di Rusia Selatan(gandum dan kapas), padang rumput membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang, seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia.
Ciri-ciri:
a. Curah hujan antara 25 - 50 cm/tahun, di beberapa daerah padang rumput curah hajannya dapat mencapai 100 cm/tahun.
b. Curah hujan yang relatif rendah turun secara tidak teratur.
c. Turunnya hujan yang tidak teratur tersebut menyebabkan porositas dan drainase kurang baik sehingga tumbuh-tumbuhan sukar mengambil air.
Di daerah ini terdapat berbagai macam spesies tumbuhan, seperti :
1. Andropogon gerardi
2. Panicum virgatum
3. Sorghastrum nutans
4. Stipa comata
5. Agropyron smithii
6. Buchloe dactyloides
7. dll.
B. Tipe Vegetasi Daerah Kutub
Tipe vegetasi di daerah Kutub, yaitu :
1. Tundra
Tundra berasal dari bahasa Finlandia yang berarti daerah terbuka tidak berhutan yang kemudian dipakai untuk menggambarkan semua bentuk vegetasi yang tidak ada pohonnya pada garis lintang yang tinggi. Tundra ini meliputi zona antara garis lintang 57º. Tundra paling luas menguasai daerah belahan bumi utara, sebagai akibat tidak adanya lahan sekitar belahan bumi selatan, karena terbatasnya masa lahan beban es dengan suhu yang sangat dingin. Karakteristik :
a) Kondisi Lingkungan
1) Suhu. Minimal 7 bulan dalam setahun mengalami suhu di bawah titik beku. Suhu rata-rata dari bulan terdingin bervariasi dari -10ºC dibelahan selatan sampai -35ºC di belahan utara. Kebekuan terjadi sepanjang tahun. Masa pertumbuhan berjalan hanya 2-3 bulan, dan suhu rata-rata pada bulan terhangat di bawah -10ºC.
2) Hujan. Curah hujan tahunan adalah rendah, umumnya berkisar antara 300-500 mm dengan variasinya yang tergantung pada garis lintang dan letak dari pantai. Kebanyakan jatuh sebagai salju karena rendahnya laju evaporasi dan rendahnya waktu air larian.
b) Adaptasi
1) Morfologi. Bentuk hidup seperti permadani bantal dan merayap adalah sangat umum, sehingga keadaan ini menghasilkan daya tahan yang tinggi terhadap hembusan angin yang kuat.
2) Fisiologi. Banyak tumbuhan tundra yang tahan terhadap dingin. Kepekaan dari cairan sel meningkat untuk mencegah terhadap kebekuan.
3) Tidak ada tumbuhan tahunan
4) Tumbuhan semusim berumur pendek dan berumur serentak pada musim panas
2. Taiga ( Hutan Boreal)
Dikenal juga sebagai hutan conifer belahan bumi utara atau “Taiga”, menempati zona dari perbatasan dengan Tundra sampai sekitar 800 km ke atas. Taiga merupakan perbatasan antara daerah temperatate dan daerah Kutub. Karakteristik:
a) Terdapat di perbatasan daerah Temperate dan Kutub, misalnya di Rusia dan Eropa Utara, serta Kanada dan Alaska
b) Curah hujan 375-500 mm/tahun, umumnya turun sebagai salju.
c) Suhu sangat rendah.suhu lebih tinggi daripada Tundra. Suhu rata-rata dari bulan-bulan terpanas adalah di atas 10ºC. Masa pertumbuhan berjalan 3-4 bulan. Meskipun total cahaya, penyinaran rendah karena berada pada garis lintang yang besar.
d) Tumbuhan kurang subur , karena siklus nutrisi yang pendek, pohon conifer tidak terlalu menyukai nutrisi. Sampah daun atau serasah mempunyai kandungan nutrisi yang rendah. Penguraian di iklim yang sejuk dan lembab utamanya dilakukan oleh jamur dengan proses yang lambat dan menghasilkan bentuk humus.tegakan yang besar dan berumur panjang menahan nutrisi dalam material organic yang cukup lama. Tetapi pohon conifer menjatuhkan daunnya terus menerus sehingga tetap mengembalikan nutrisi ke sistem.
e) Tumbuhan khas konifer (contoh; pinus)
f) Adaptasi:
- meningkatnya cairan sel untuk mereduksi titik beku
- daun berbentuk jarum yang memberikan kemungkinan tahan terhadap
serangan dingin dan kekeringan
- struktur yang fleksibel dari pohon yang tidak akan patah bila dibebani oleh
salju.
C. Vegetasi Subtropik
Ciri-ciri bioma hutan subtropis sebagai berikut :
1. Curah hujan merata antara 75cm – 100 cm pertahun
2. Pohon-pohon memiliki ciri berdaun lebar, hijau pada musim dingin, rontok pada musim panas dan memiliki tajuk yang rapat.
3. Memiliki musim panas yang hangat dan musim dingin yang tidak terlalu dingin.
4. Jarak antara pohon satu dengan pohon yang lainnya tidak terlalu rapat/renggang
5. Jumlah/jenis tumbuhan yang ada relatif sedikit
6. Memiliki 4 musim, yaitu musim panas-gugur-dingin-semi.
Sifat-sifat :
1. Unik
Memiliki karakter yang berbeda dengan hutan lain karena berada di daerah yang memiliki empat musim.
2. Alam
Memiliki keanekaragaman flora dan fauna karena kondisi alam yang beragam
3. Kondisi hutan tergantung pada musim
Daerah sub tropik pada daerah-daerah iklim sedang yang panas mempunyai curah hujan yang tinggi dan terbagi rata sepanjang tahun, berkembang hutan yang selalu hijau dengan curah hujan antara 150– 300 cm / tahun, tanpa ada pembekuan yang berarti. Hutan ini kurang lebat dan pada umumnya pohon-pohon lebih rendah dibanding pohon hutan tropis dan terdiri dari pohon yang tidak meranggas (daun jarum). Jadi akan jelas sekali perbedaan yang tajam pada musim dingin dan musim panas. Penyebaran hutan ini berkembang secara sporadis seperti dibagian selatan Amerika Serikat, Jepang selatan, Korea, Cina bagian barat, Afrika Selatan dan Selandia Baru.
Pada daerah antara subtropika dengan daerah kutub, seperti di daerah Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada. Di daerah ini terdapat taiga. Taiga adalah hutan pohon pinus yang daunnya seperti jarum. Pohon-pohon yang terdapat di hutan taiga misalnya conifer, terutama pohon spruce (picea), alder(alnus), birch (betula), dan juniper (juniperus).
Ada beberapa jenis vegetasi alam diantaranya:
1. Padang Rumput
Padang rumput adalah suatu wilayah yang tumbuhannya di dominasi oleh rerumputan. Daerah padang rumput ini terbentang dari daerah tropika sampai ke daerah subtropika. Curah hujan di daerah padang rumput pada umunya antara 250 mm – 500 mm/tahun. Pada beberapa padang rumput, curah hujan itu dapat mencapai 1.000 mm, tetapi turunya hujan tidak teratur. Hujan yang tidak teratur, dan porositas yang rendah mengakibatkan tumbuhan sulit untuk mengambil air. Tumbuhan yang dapat menyesuaikan diri terhadap kedaan lingkungan seperti ini adalah rumput. Daerah padang rumput yang relative basah, seperti terdapat di Amerika Utara, tumputnya dapat mencapai tiga meter, misalnya rumput-rumput bluestem, dan Indian grasses. Sedangkan daerah padang rumput yang kering mempunyai rumput yang pendek. Contohnya adalah rumput buffalo grasses dan rumput grama.
Padang rumput
Bila di daerah tropika dan subtropika lahan rumput berbentuk khas sebagai sabana dengan pohon – pohon atau semak – semak tinggi terletak berjauhan, di daerah iklim sedang padang rumput itu biasanya tanpa pohon atau gerumbul – gerumbul kecuali sepanjang aliran sungai.
Semua padang rumput sama - sama mempunyai persamaan, bahwa padang rumput itu setidak – tidaknya sebagian besar daerahnya yang sangat luas didominasi oleh rumput (Gramineae), biasanya terdiri atas berbagai jenis perenial atau campurannya yang merupakan hemikriptofita berdaun sempit, banyak diantaranya yang tumbuh bergerombol dan sangat tahan.
2. Hutan Basah
Hutan ini sepanjang tahun selalu mendapatkan air dan mempunyai spesies pepohonan yang beragam. Sepanjang tahun hutan basah cukup mendapat air dan keadaan alamnya memungkinkan terjadinya pertumbuhan yang lama sehingga komunitas hutan tersebut akan kompleks. Misalnya: terdapat di daerah tropika dan subtropika yang ada di Indonesia, daerah Australia Bagian Utara, Irian Timur, Afrika Tengah, dan Amerika Tengah.
Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20 – 40 meter dengan cabang-cabangnya yang berdaun lebat sehingga membentuk suatu tudung (canopy) yang mengakibatkan hutan menjadi gelap. Daerah tudung tersebut cukup mendapat cahaya matahari, tetapi hanya akan mendapat air hujan dan tidak ada sumber lainnya. Dalam hutan basah juga terdapat perubahan-perubahan iklim mikro dari tudung hutan ke bawah sampai ke dasar hutan. Pada tudung hutan terdapat juga kaktus, yang mempunyai jaringan khusus untuk menyimpan air. Tersebarnya daerah kaktus dari gurun yang kering sampai ke hutan basah tropika yang daerah tudungnya juga kering, merupakan contoh dari preadaptasi. Preadaptasi berarti adaptasi terhadap suatu daerah yang juga sesuai bagi daerah lain yang lingkungannya sangat berbeda. Dasar hutan selalu gelap, air hujan sulit mencapai dasar hutan tersebut secara langsung. Tetapi kelembaban di daerah itu tinggi dan suhu sepanjang hari hampir tetap, yaitu rata-rata 250C.
Hutan Basah
3. Hutan gugur
Hutan ini selalu didominasi padang rumput , juga mempunyai tumbuhan yang daunnya gugur pada musim gugur. Curah hujan sepanjang tahun, yaitu antara 750 sampai 1.000 mm per tahun serta adanya musim dingi dan musim panas. Dengan adanya musim panas ini tumbuhan di daerah tersebut mengadakan penyesuaian, yaitu dengan menggugurkan daunnya menjelang musim dingin.
Musim yang mendahului musim dingin disebut musim gugur. Sejak musim gugur sampai musim semi, tumbuhan yang menahun pertumbuhannya terhenti. Tumbuhan semusim, mati pada musim dingin. Yang tinggal hanya bijinya. Tumbuhan yang tahan dingin dapat berkecambah menjelang musim panas.
Perbedaan hutan gugur dan hutan basah adalah dalam hal kepadatan pohonnya. Di hutan gugur, pohon-pohonnya tidak terlalu rapat dan jumlah spesiesnya sedikit, yaitu antara 10 sampai 20 spesies.
Hutan Gugur
4. Taiga
Hutang yang didominasi ileh tanaman pinus berdaun seperti jarum . Pohon-pohon yang terdapat di hutan taiga misalnya conifer, terutama pohon spruce (picea), alder(alnus), birch (betula), dan juniper (juniperus). Daerah taiga merupakan bioma yang hanya terdiri dari satu spesies pohon. Taiga kebanyakan terdapat belahan bumi bagian utara (Siberia utara, Rusia, Kanada Tengah dan Utara), dengan masa pertumbuhan pada musim panas berlangsung antara 3 sampai 6 bulan.
Persebarannya di Indnesia sangat merata dan beraneka. Banyak tumbuhan yang hanya tumbuh di indonesia (endemic) . Dari 300.000 jenis tumbuhan di bumi ini , kurang lebih 37.000 jenis (12,3%) terdapat di indonesia . Hal ini dikarenakan indonesia terletak di antara dua kawasan biogeografi , yaitu Oriental dan Australia .
Gambar Taiga
5. Hutan Musim Panas Yang Meranggas

Hutan yang hijau di musim panas, yang di dominasa oleh pohon-pohon yang berdaun lebar yang kehilangn daunnya selama musim dingin yang tidak menguntungkan.
Dapat dibedakan kurang lebih lima tipe hutan musim panas yang meranggas di berbagai daerah dengan iklim sedang di dunia sebagai berikut:
a. Hutan pohon pasang di bagian barat dan bagian tengah eropa,yang cendering bersitsf terbuka dan tidak begitu lebat.
b. Hutan campuran yang lebih berfariasi dan yang lebih lebat .
c. Hutan fagus, fagus sylvatica merupakan jenis yang terlihat membentuk tajuk yang tertutup hampir seragam.
d. Hutan notofagus antartica, biasanya di sertai oleh tumbuhan yang selalu hijau.
e. Tipe lahan hutan meranggas yang lebih lembab yang terutama berkembang di tempat yang berawa yang dapat mengalami penggenangan.
6. Hutan Pohon Jarum Di Bagian Utara
Yang tumbuh di bagian selatan Hutan ini juga dikenal sebagai hutan boreal.dengan mengabaikan kebanyakan yang di luar wilayah bagian selatan,dapt di bedakan lima tipe hutan jarum:
a. Hutan pohon jarum yang bersifat campuran yang menempati sebagian besar daerah boreal yang berhutan di daerah eropa-asia.
b. Taiga terbuka yang bersifat seperti taman terdapat mendekati batas utara pertumbuhan pohon.
c. Hutan pantai samudra pasifik di bagian barat amerika utara, wilyah ini mempunyai iklim yang hampir tidak berubah dengan curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi.
d. Hutan danau, wilayah ini merupakan wilayah dengan presipitasi sedang (60-115 cm) dan suhu-suhu ekstrim yang cukup tinggi(Polunin, 1960).

KESIMPULAN
1. Vegetasi merupakan kumpulan dari beberapa jenis tumbuhan yang hidup secara bersama-sama pada suatu wilayah tertentu.
2. Iklim merupakan faktor utama yang menentukan tipe tanah maupun spesies tumbuhan yang tumbuh di suatu vegetasi
3. Berdasarkan iklim yang ada di dunia; tipe vegetasi dapat dibagi menjadi vegetasi daerah kutub, daerah temperate, daerah subtropik, dan daerah tropik.
4. Tipe vegetasi daerah temperate yaitu, hutan gugur (hutan meranggas) dan padang rumput.
5. Tipe vegetasi daerah kutub, yaitu Tundra dan Taiga.
6. Tipe vegetasi daerah sub-tropik yaitu, padang rumput, hutan basah, hutan gugur, taiga, dan hutan meranggas.
DAFTAR PUSTAKA
Ardhana, I putu Gede. 2012. Ekologi Tumbuhan. Denpasar : Udayana University press.
Hardjosuwarno, Sunarto. 1990. Dasar-dasar Ekologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University press.
Syamsurizal. 1999. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Padang : UNP




Tidak ada komentar:
Posting Komentar